Learn

Masak lagi yuk!

Mulai tahun 2019 ini aq mau komitmen masak dengan alasan yang dirahasiakan ((biar irit guys.. )). Lalu sejak tahun lalu kuputar otak gimana caranya agar aq yang sudah ratusan purnama ga masak ini bisa rajin masak. Berikut cara ala mamijo mengumpulkan niat

1. “The Why”.
Inilah yang harus kita miliki awalnya klo mau melakukan sesuatu, biar klo kita tiba-tiba malas, kita bisa ingat lagi kenapa kita melakukan ini dan itu. Buatku, The Why nya adalaaahh.. rahasia! haha kan udah dibilang dari awal.

2. Daftar Menu.
Aku menyadari bahwa karena aq kerja kantoran maka aq cenderung berpikir “males ah mikir masak apa besok” dan “gilak gue udah kerja mikir seharian, masa gue pusing lagi di rumah mikir masak apa besok”. Naahh karena aq menyadari kelemahanku berupa KEMALASAN BERPIKIR ini, maka kucoba mensiasatinya. Yaudah bikin aja daftar menunya lengkap dengan daftar belanjanya sekalian catet resepnya dan cara bikinnya. Jadiiiii ga perlu mikir setiap hari, mikirnya sebulan sekali aja. Jadi tiap hari udah kayak robot aja gitu tinggal ikutin daftarnya. Bonusnya adalah, karena udah ada daftar belanjanya, kita lebih irit lho, belanja jadi fokus dan ga kalap mata. Yang ga perlu, kita ga akan beli.

3. “Dukungan” SUAMI
“sayang, aq mau rajin masak nih, kamu HARUS mau ya bawa bekal”
Bayangkan gimana rasanya klo kita masak tapi suami ga mau makan masakan kita? sedih dan akhirnya bikin malas ((aq aja sih yg gitu hehehe)). Nah karena aq menyadarinya, maka dari awal aq “merayu” suami biar mau bawa bekal ke kantor. Seneng gitu rasanya klo terima wadah kosong setiap pulang kantor. Aq ga peduli itu makanan dikasi ke orang atau dibuang, hahaha

4. Gunakan Teknologi yang ada
Aq sadar bahwa aq bukan koki handal, jadi ga jago-jago amat lah di dapur. Jadi pergunakanlah teknologi yang ada karena di zaman yang serba canggih ini kita bisa belajar dari banyak sumber. Sebulan sekali aq cari inspirasi resep dan cara masaknya. Bisa dari youtube, instagram, aplikasi tastemade dan cookpad.

Kenali dirimu, Sadari kelemahanmu dan berusahalah mencari solusinya.

Sejak kecil anak perempuan pasti dikasi mainan wajib berupa alat masak lengkap dengan sayur dan buah yang terbuat dari plastik. Anak laki-laki mainan wajibnya itu ya mobil-mobilan. Iya sih aq sendiri awalnya berpikir ga adil ya, perempuan disuruh kerja didapur, lalu laki-laki bersenang-senang gitu dijalanan?! hahaha. Sekarang sudah berkeluarga ya udah tau lah bahwa semua itu tergantung perspektif. Yes pastinya sebagai istri ingin beri yang terbaik buat keluarga dengan memasak. Lalu aku ga mau belajar nyetir karena berpikir “suami gue ngapain donk klo gue juga yang nyetir ntar?!” ((istri perhitungan ya aq hahaha))

So, Ladies.. masak lagi yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *