Leisure

FAMILYMOON DI BALI

The Last Paradise in the World, begitu tagline yang kita baca sesaat sebelum masuk terminal kedatangan Bandara Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Well, aq memang belum pernah ke ‘paradise’, tapi tagline itu cocok buatku yang belum pernah ke bali buat liburan, apalagi itinerary yang aq susun dengan dibantu oleh teman sekantor yang orang bali asli cukup membuatku bisa mendatangi beberapa objek wisata mainstream dalam waktu 6 hari.

Aq sengaja nulis blog dan bercerita tentang pengalaman kami selama di Bali. Aq mau give back buat semua orang yang membutuhkan. Aku sendiri bisa sukses piknik bersama suami yang picky untuk masalah hotel dan anak laki-laki umur 2 tahun yang pecicilan, karena bantuan blog, vlog, rating dan ulasan orang lain. Dan terutama, supaya jadi kenang-kenangan untukku sendiri. So, langsung saja berikut itinerary selama di Bali

DAY 1

1. Airport, kami nyampe bandara jam 12.00 lanjut makan siang

2. Lunch di warung sunset by Chef Yudi. Lokasinya di sunset road, mudah sekali mencarinya karena ada di google map. Menu spesial disini adalah Baby back ribs (pork).

Pura Ulun danu bedugul
Pura ulun danu bedugul

3. Pura Ulun Danu Bedugul, selesai makan siang jam 14.30 kami langsung menuju ke pura dengan perjalanan sekitar 1jam 30 menit. Tiket masuk sekitar 20ribu untuk orang dewasa. Saat aq masuk ke tkp, astagaaaa cuacanya dan udaranya.. seger banget!! hatiku bahagia hahaha.. Pura nya ada di pinggir danau. Jadi pemandangan yang waktu itu aq nikmati adalah Pura, danau dan bukit hijau dengan semriwing angin sejuk. Disana kita bisa naik speed boat untuk sekedar main di danau dengan biaya kira-kira 150rb perboat dengan kapasitas untuk 3-5org. Bebek-bebek an juga ada. Kami ga naik speed boat atau bebek-bebek an karena bawa jojo dan anginnya sejuk cenderung dingin, takut masuk angin aja. Ini kan masih hari pertama, kami harus jaga stamina yaa kaann.. hehehe kira-kira jam empat kami lanjut perjalanan ke hotel untuk istirahat. Note : bisa bawa stroller

4. Hotel Melamun Lovina. Kami pilih hotel ini karena rating dan ulasannya bagus di tr*vel*ka. Dan setelah tiba di hotel, langsung berasa klo ulasan dan rating nya bukan rekayasa. Kami disambut hangat oleh recepsionist, proses check in cuma minta KTP dan karena aq pake fasilitas ‘bayar di hotel’, kami pun diperbolehkan bayar saat check out (sesuatu banget kan hotel ini). Welcome Drink diantar ke kamar. Plus nya lagi kami dibantu proses sewa perahu untuk liat lumba2 besok pagi. Keesokan paginya dibangunin pihak hotel dan dijemput sama kapten kapal. Lokasi Hotel ini deket banget sama pantai tempat naik perahunya, jalan kaki cuma 5 menit.

DAY 2

morning view @Lovina Beach
otw meet the dolphin

1. Dolphin. Bangun jam 5.00 lalu siap-siap buat dolphin watching, ga usah mandi lah ya karena ke laut ini, hihihi. barang yang wajib dibawa : safety vest buat anak (karena aq bawa jojo), sandal tahan air, kacamata hitam, topi (optional, takut terbang topinya haha), minuman dan makanan ringan. jalan ke pantai tempat naik perahu cuma 5menit. Perahu akan jalan klo kaptennya merasa langit sudah cukup terang (saat itu sekitar jam 6.15). Saat jalan menuju laut lepas, aq deg2an donk.. secara aq emang takut sama laut!! tapi aq sungguh sadar dalam membuat itinerary karena rasa penasaranku mengalahkan rasa takutku. Jojo juga takut, untung papijo ga takut, jadilah papijo yang pegang jojo sepanjang perjalanan. Perahunya jalan semakin ke tengah laut dan aq semakin deg2an tapi aq ga mau tunjukin ke papijo donk, malu ya kaann.. aq ingat cara mengatasi rasa takutku saat itu dengan memandang langit yang cerah dan indah sambil kapten kapal bilang “itu sebelah sana”. Eh, kapalnya semakin ngebut.. Mencari lumba-lumba ini ga mudah lho, jangan kira mereka seperti lumba-lumba yang ada di ancol yang bisa dipanggil pake ikan kecil trus lompat dengan sukaria. Perlu dipahami bahwa lumba2 ini hidup di alam bebas, tidak ada yang bisa mengatur mereka harus muncul di sisi sebelah mana dan pada waktu apa. Jadi, “keberuntungan” begitu kata kapten kapalnya. Saat kami menunggu, eh lumba-lumbanya muncul lompat-lompatan disebelah kapal kami. Sumpah aq seneng banget!!! Bonusnya : bisa liat sunrise!! indah bangeettt. Kami nyampe hotel lagi jam 8.00

2. Toya Devasya. Berangkat ke Toya Devasya jam 10.00 udah langsung check out karena kami mau pindah hotel ke daerah Ubud. Toya devasya ini semacam tempat rekreasi pemandian air panas yang lokasinya di Danau Batur. Perjalanan sekitar 2 jam dengan jalan yang penuh liku-liku yang bikin aq sampe mual. Untung Jojo aman, sepanjang jalan tidur terus. Tiket masuk nya dibagi jadi 2 yaitu domestik dan internasional, pintu masuknya juga beda yaa. Domestik sekitar 75ribu belum termasuk sewa handuk dan loker. Internasional 200ribu sudah termasuk handuk dan loker. paket buffet lunch 100ribu dan deposit 100rb yang bisa dipakai untuk beli makanan dan minuman di dalam. pintu masuknya juga beda lho.. awalnya kami diantar di pintu domestik, tapi karena aq liat koq yang pintu masuk internasional nya nyaman banget yaa kayak lobi hotel, maka aq dan suami memutuskan untuk beli tiket di pintu internasional. Petugasnya bingung kayaknya, ini pribumi koq belagu banget lewat sini, tapi kami bodo amat lah.. aq mau menikmati liburan dan bawa jojo jadi pengen yang terbaik aja. Sebenarnya perbedaan nya hanya di pintu masuk yang nyaman kayak lobi hotel dan ada private pool yang “domestik” ga bisa masuk. Tiket Internasional bisa masuk ke pool domestik, bebasss.. tapi kami ga sempat keliling karena udah merasa cukup berendam di private pool. Karena pool nya air hangat, maka kami berendam dan main2 lebih dari satu jam, aq ga khawatir karena jojo ga kedinginan (ya iya laahh, air hangat buk!!). note : gak perlu bawa stroller.

ujung atas Desa Panglipuran

3. Desa Panglipuran. Kami berangkat dari Toya Devasya jam 03.30 tiba di tkp jam 5.15. Astaga Bali sungguh punya sejuta pesona ya.. desanya bagus, rapi, indah, bersih dan otentik. Beberapa rumah menyediakan jajanan dan oleh2. Namun karena kami ga hobi belanja, kami pun lewat aja. Anak-anak dan orang tua duduk-duduk santai di depan rumah nya, aduh mereka ramah-ramah. Puas foto-foto, kami pun pulang dengan hati senang.

4. Bebek Tepi Sawah. Sebelum ke hotel, kami mampir dinner di Restoran Bebek Tepi Sawah. Menu andalan katanya bebek goreng, so kami pesan bebek goreng dan karena papijo liat sambal goreng pete di buku menu, selera makan kami pun langsung bertambah hanya dengan menyebut namanya.. haha PETE. Sayangnya kami nyampe sudah gelap, jadi suasana sawah tidak bisa maksimal kami nikmati, namun cukuplah kami bisa makan di pinggir “sawah” yang hijau dengan suara alam dan alunan lembut musik Bali. uugghhh baliiii.. aku padamuuu..

breakfast view

5. Ashoka Tree Resort Hotel. Hotel ini memang letaknya jauh dari pusat kota Ubud, sekitar 20 menit perjalanan dengan mobil, tapi pemandangan yang disajikan sangatlah indah. Saya memilih  hotel ini atas petimbangan rating dan ulasan di tr*vel*ka. Hotel ini menyediakan shuttle (hotel Рpusat kota Ubud) dan penyewaan motor jika ingin tamasya santai sekitar Ubud.

 

DAY 3

1. Ubud Palace. lokasinya berdekatan dengan Pasar Seni Ubud, jadi klo udah nyampe sini, bisa sekalian hunting oleh-oleh, ngopi santai, makan gelato atau makan babi gulung ibu oka. kesini ga usah bawa stroller ya.. jalannya ga terlalu panjang dan ada anak tangga yang sedikit namun tersebar dimana-mana.

2. Pura Tirtha Empul. Perjalanan sekitar 1 jam dari ubud palace. Tiket Masuk domestik dewasa 15.ooo dan domestik anak-anak 7.500. Masuk area harus memakai kain yang sudah disediakan. Tempat yang jadi favorit adalah kolam mandi, keliatannya seger tapi kami memang tidak memutuskan untuk mandi disitu. Kalau kami perhatikan, turis yang mandi di kolam itu harus ngantri dan semua pancuran didatangi satu persatu dari arah kiri ke kanan. Kami duduk santai sambil makan pisang yang dijual disana, jojo doyan banget pisangnya (mami bahagia klo jojo doyan makan, hahaha).

kolam pemandian

 

3. Tegalalang, ceking. Dari Pura Tirtha Empul perjalanan sekitar 1 jam. Kami nyampe sana sekitar jam 14.00 dan kami memutuskan untuk menikmati pemandangan sawah dari atas aja karena perjananan ke bawah yang pastinya melelahkan kalo bawa anak kecil. Tempat nongkrongnya baru aku searching diperjalanan tapi ternyata tidak mengecewakan, Teras Padi. Makanan nya ga terlalu banyak variasi dan harga cukup tinggi namun bisa dapat manfaat duduk santai menikmati angin sepoi-sepoi dan pemandangan alam yang luar biasa ciamik menjadikan tempat ini worth the price lah.. Ditambah lagi, sekitar cafe ini ada spot foto yang instagramable “LOVEBALI”

DAY 4

1. Waterblow.¬†Perjalanan dari Hotel Jam 11.00 dengan alasan supaya semuanya santai dan ga bawa oleh2 “sakit”. Lama perjalanan sekitar 2jam, dan lokasi waterblow ternyata ada disebuah “kompleks” wisata yang tertata indah. Ada Hotel, restoran, patung landmark dan pantai tentunya.. Turun dari mobil wajib bawa stroller, Payung, Topi lengkap dengan sunglasses nya, minuman dan makanan ringan buat anak (Jalan agak jauh soalnya). Bagitu tiba di area waterblow, kami disambut angin khasnya pantai dan biru yang pekat!! Bali sungguh tidak mengecewakan.

Masih di area Wisata Nusa Dua, kami mampir di Pantainya untuk sekedar minum es kelapa muda. Es nya cuma 50rb, kursi santai nya 200k. hahaha.. tapi bisa koq duduk di kursi lain yang gratis. Itu Jojo cuma bergaya aja..

kursi seharga 200k

2. Pantai Pandawa. To be honest, kesini cuma pengen foto doank biar agak kekinian. hehehe. . Tapi akhirnya kami makan mi instan dan es krim lah biar lebih santai gitu. Kami ga sempat berkeliling karena saat itu rame banget dan gak nyaman bawa stroller senggolan sama orang-orang. Sepenglihatanku, di pantai ini bisa main pasir, ombak dan mandi air laut serta dilengkapi beberapa watersport namun tidak sebanyak Tanjung Benoa.

cuma pengen foto begini doank guys!

3. Pura Uluwatu. Tujuan Utama ke tempat ini adalah nonton Tari Kecak. Masuk area wisata Pura Uluwatu bayar tiket dulu ya, lalu untuk bisa nonton tari kecaknya bayar lagi di dalam (domestik 100rb), pas bayar tiket nanti dikasi kertas berisi cerita tentang Tari Kecaknya, mending baca dulu deh iseng sambil nunggu biar agak ngerti tarian itu menceritakan tentang apa. Ambil posisi duduk yang menurutku bagus itu yang bisa liat laut, sunset, Pura dan tariannya sekaligus. Lama tariannya sekitar 1 jam dan setelah selesai kita bisa bebas foto-an sama penarinya. Menurutku, ini tempat wajib deh klo ke bali, wisata alam, budaya dan ‘religi’ nya dapet di satu lokasi.

DAY 5

Hotel kami di Aryaduta Kartika Plaza, which is the best for me karena nempel sama mall (Lippo Mall Kuta), aarrghhh surga! Laper tinggal melipir. Hari itu kami Bangun pagi karena niat mau jalan ke pantai Kuta biar si Jojo bisa main ombak dan pasir aja, ya kan ga tiap hari dia liat pantai, jadi seneng banget dia ga mau udahan. Kalo jalan bawa stroller ya, nyiksa banget klo kita jalan sambil gendong anak.

Hari ini kami ga ke tempat wisata karena suami mau meeting.  Jojo recovery dengan cara tidur pulas sampe puas. Kalo aq selonjoran buka laptop, sambil ngerjain kerjaan yang udah deadline! Pas Jojo bangun dan sambil nunggu Suami selesai meeting, aq ajak jojo nge-mall sekedar main mobil-mobilan yang mana ini adalah kebahagiaan hakiki buat Jojo.

Malamnya Suami ngajak makan ke daerah kuta. Bahagia itu klo kita niat dinner harus bawa anak tapi pas anaknya tidur pulas di stroller.

DAY 6

Kami beli tiket penerbangan malam, jadi siang kami bisa keliling sekitar Kuta aja. Dimuai dari 1,5 jam spa berdua (pas banget jojo tidur pulaaasss di stroller yang akhirnya dikasi kasur juga di tempat spa), lanjut nonton film Deep di cinemaxx lippo mall kuta.

Well, itulah 6 hari yang kami habiskan di Bali. Pulang dengan hati senang, ga ada yang sakit dan besoknya suami kerja. Ada rahasinya lho itu.. pijat-pijat mesra ke jojo dan papijo pake oil lah tiap malam. Purification dan frankincense didifuse biar hotel nya “clean”.

oke, selamat berlibur buat yang sudah merencakannya!

2 thoughts on “FAMILYMOON DI BALI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *