Leisure

Jalan Santai di Kota Roma

Setelah lelah seharian di Venice, hari ini kami memutuskan untuk keliling kota Roma. Cukup googling aja, semua lengkap informasi tujuan mainstream turis di kota Roma. Selain tempat, kami juga memastikan bahwa hari ini kami bisa makan gelato dan tiramisu.
Transportasi yang kami gunakan adalah bus. Tiketnya sama dengan tiket metro, harganya pun sama 1,5 euro. Kami tidak beli Roma Pass karena setelah lihat peta kota Roma, kami mencermati bahwa tujuan wisata mainstream yang mau kami tuju itu jaraknya tidak seberapa jauh dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Jadi begini urutannya..

Castle Saint Angelo

Dari apartemen, kami menuju ke Colloseum untuk menunggu bus. As always and forever kami pake google map yang dengan jelas akan langsung memberikan kita informasi transportasi publik apa yang bisa kita gunakan. Lagipula di tempat pemberhentian bus juga ada papan petunjuk jalurnya koq, tenang aja. Setelah melihat beberapa alternatif yang diberikan google, Kami memutuskan naik Bus 87 lalu turun di Zanardelli, dilanjutkan jalan kaki ke Castle Saint Angelo.

Karena kami adalah pasangan suami istri yang belum terlalu tertarik dengan sejarah dan museum, maka kami ga masuk. Kami juga melihat bahwa masuk museum selalu ngantri dan kami khawatir waktunya gak cukup. Harusnya aq curiga kenapa banyak sekali orang yang mau masuk ya, mungkin se-worth it itu.

Tujuan pertama memang dimulai dari tempat ini karena menurut kami merupakan rute yang paling pas kalau ingin minim transportasi dan lebih explore Roma dengan berjalan kaki dari satu lokasi ke lokasi lain. Waspada terhadap warga lokal yang menawari bermacam-macam cenderamata yang terkesan memaksa. Jaga barang bawaan masing-masing. Dompet jangan taruh di kantong belakang, dan jangan terpisah dari teman.

Piazza Navona

Dari Castle Sant’ Angelo kami jalan kaki ke Piazza Navona dengan jarak tempuh 750 meter atau sekitar 10 menit. Beruntungnya kami menemukan toko khusus menjual Tiramisu. Inilah ‘bonus’ tak terduga kalau kita jalan kaki. Sungguh kami menyesal cuma beli masing-masing 1 cup, walaupun porsinya besar, kami tetap saja nggak puas. Enak nya parah !!

Dari tiramisu ini kami belajar bahwa kita harus menghargai dan mendukung industri makanan lokal, karena bisa saja jenis makanan itu yang akan membawa pengunjung untuk kembali lagi ke kota atau negara itu. Seperti yang dilakukan Two Sizes ini pada kami. Itali adalah salah satu negara yang mau banget kami kunjungi lagi walaupun kami sadar biaya nya gak sedikit. Nabung lah maaakk..

Piazza ini seperti alun-alun kota, tidak tanggung-tanggung ada 3 air mancur yang lengkap dengan patung-patungnya. Disini kami duduk-duduk santai ngelurusin kaki sambil menikmati alunan musik dari musisi yang luar biasa menghibur. Musisi jalanan nya di sini bukan kaleng-kaleng!

Burung merpati yang ada di sini tidak mengganggu sama sekali. Sinar matahari yang tidak menyengat dan angin sejuk membuat suasana jadi sempurna. Entahlah, aq seperti melihat cuplikan film dengan tampilan ultra HD. Tampak nyata.. Nyata sekali… dan ternyata memang nyata… aarrgghhh kusuka Roma!!

Pantheon

Puas duduk-duduk mesra di Piazza Navona, kami menuju Pantheon yang jaraknya cuma 300 meter atau 5 menit jalan kaki.

Pantheon ini gratis masuknya dan gak ngantri. Sebenarnya di dalam ada altar gereja dan pas kami masuk ada beberapa orang lagi berdoa, pengunjung memang diminta untuk tidak berisik dan mengambil foto tanpa lampu blitz. Melihat isi Pantheon, aq takjub bagaimana tepat ini bisa dibangun dan sampai saat ini masih terlihat gagah berdiri dan juga terjaga keindahannya. Pantheon ini asal katanya berarti “honor all gods“, karena memang awalnya bangunan ini adalah kuil dewa-dewa, hingga akhirnya diubah menjadi Gereja.

Puas kami kepo-in isi Pantheon, kami melihat jam yang memang sudah waktunya makan siang. Karena ini Italy, pastinya kami masih pengen makan Pizza dan spageti donk. Dekat Pantheon ada banyak restoran dari yang mahal sampai yang standar harganya. Please jangan cari yang murah nya seperti warteg deket kantor mu. Harap maklum soalnya ini lokasi dekat ¬†tempat wisata. But you won’t regret it, karena kalau kalian request keju parmesan extra untuk spagheti kalian, pasti dikasi satu mangkok penuh tanpa biaya tambahan. Edan!

Trevi Fountain

Tujuan selanjutnya yang terdekat adalah Trevi Fountain. Terdekat maksudku adalah 650 meter atau 8 menit jalan kaki. Tempat ini rame banget karena memang katanya fountain ini merupakan yang terbesar dan yang paling terkenal di Kota Roma. Banyak orang melempar koin dengan cara : membelakangi fountain, memegang koin di tangan kanan dan melempar koin melalui bahu kiri. Mereka yakin ini untuk keberuntungan. Koin yang sudah ada Trevi Fountain akan dikumpulkan oleh petugas dan diberikan untuk beberapa tujuan yang positif. Dari apa yang aq baca, koin nya diberikan ke supermarket yang memberikan makanan kepada rakyat miskin di Roma.

Kami menghabiskan banyak waktu di Trevi Fontana, untungnya kami berhasil dapat spot untuk duduk. Tanpa peduli seberapa padatnya turis di tempat itu, kami enjoy saja memandangi detil nya patung-patung, air yang jernih,  riuhnya berbagai bahasa asing terdengar, sayup-sayup terdengar lantunan musik ceria oleh musisi jalanan yang menghibur dari sudut sana, dan turis yang excited berfoto ria. Sangat menikmati, seakan-akan kami melihatnya untuk terakhir kali.. dan ya memang kami gak tau kapan lagi bisa kembali.

Tanpa terasa walau langit masih cerah, tapi saat melihat jam kami sadar bahwa hari sudah bisa disebut sore. Kami beranjak dari situ, lanjut ke toko merchandise untuk hunting barang-barang yang mungkin menarik dan layak dibawa pulang.

Kami gak mau terlalu memaksakan diri, kami harus berusaha supaya tetap sehat, perjalanan masih panjang di negeri orang. Kami pulang sebelum benar-benar gelap, lalu setibanya di apartemen, kami bikin mie instan rasa soto.. uugghh tak perlu lah kudeskripsikan rasanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *