Leisure

WHEN IN ROME, MELIPIR KE VENICE

Ayo kita kemon!!

Berangkat dari bandara soetta (CGK) jam 1 pagi lalu transit di Dubai (DXB) sekitar jam 9 pagi. Karena pemilihan rute transit yang tepat, perjalanan kali ini menurutku tidak melelahkan. Dubai Airport sih good choice buat tempat transit, wifi lancar, di ruang tunggunya ada tempat duduk yang ergonomis  buat kita duduk santai. Lumayan kan bisa lurusin kaki dan menghirup udara segar. Ga perlu khawatir ya klo kita belum tukar mata uang Dirham(AED), kita tetap bisa bertransaksi pakai kartu kredit atau debit. Tiba saat nya kami lanjut lagi menuju Rome (FCO) dengan flying time 6 jam 40 menit.

Bagasi rusak

Bagasi yang rusak bukan punyaku sih, punya temen yang berangkat bareng. Jadi kalo bagasi rusak, harus segera lapor ke bagian LOST AND FOUND. Waktu itu kami naik Emirates, karena ga ada customer service Emirates disana, jadi  kami diarahkan ke Alitalia untuk kemudian dibantu untuk melaporkan bagasi rusak.  Inget ya, kata kuncinya “dibantu”, jadi mereka akan nelpon ke Emirates nya untuk berkordinasi masalah kita. Mereka akan kasi form untuk diisi, lalu kita disuruh beli koper baru dengan budget tertentu trus struk nya diemail bersama form laporan kerusakan, dan selanjutnya kita akan terima reimburs dalam beberapa hari.

Kita juga harus aware sama asuransi perjalanan yang kita beli lho (setiap kali mau bikin visa biasanya kita harus punya asuransi perjalanan). Nah kalo asuransi kita meng-cover kerusakan atau kehilangan bagasi, bisalah kita klaim lumayan buat nambahin beli koper lagi mungkin.. hehehe Jangan lupa informasikan polis asuransi perjalanan kita ke keluarga di rumah ya. Buat jaga-jaga ajaa

Day 01 Pizza-Spagheti-Wine

Kebahagian turis ter-HQQ menurutku salah satunya adalah moda transportasi yang terintegerasi. Buat kalian yang mau ke Roma, ga usah khawatir ya, di bandara FCO ada stasiun kereta STAZIONE FIUMICINO. Udahlah ya aq ga perlu jelaskan rute keretanya (pake gmaps semua jelas koq), yang pasti dari bandara kalian ga perlu pusing cari taxi mana yang drivernya ngerti bahasa inggris dan takut tarifnya di-mark up.

Saat itu kami ga naik kereta karena sudah pesan online taxi, hal tersebut karena pertimbangan ada temen yang bawa koper lebih dari satu, jadi kasian ribet bawanya. Maklum lah bagasi banyak soalnya ini ‘piknik’ sekalian bussines trip  (laptop, sepatu kerja, jas, you name it).

Lewat Airbnb, Akomodasi yang kami pilih adalah apartemen dekat dengan colloseum, cukup jalan kaki 5 menit. Sedekat itu tapi pada kenyataannya kami ga masuk ke colloseum karena tidak memprioritaskannya sama sekali. Kami puas cuma foto2 diluar nya aja. Sungguh aq dan suami ga terlalu tertarik dengan bangunan tua, museum dan sejarahnya.

Setelah selesai taruh barang di apartemen, kami memutuskan untuk jalan karena hari masih sore. Karena kalau kami istirahat dan tidur, bisa jadi nanti malam kami ga bisa tidur lagi atau biasa disebut jetlag ((faktanya kami masih jetlag bahkan sampai di madrid)). Sore itu kami lanjut ke restoran italy yang pastinya makan piza-spagheti-wine, karena itulah yang kami bayangkan begitu tau tujuan kami ke roma, italy. Restoran Tratorria Luzzi yang berada di dekat colloseum ini recommended dari segi harga dan rasa ((tapi tolong bawa saos sendiri klo pengen lebih pedes)).

Langit masih terang, lalu kami putuskan untuk jalan ke arah Colloseum, tapi ga masuk, cuma foto dari luarnya aja.

Sebelum balik ke apartemen, kami mampir ke carrefour express untuk belanja makanan. Itulah salah satu enaknya pilih apartemen sebagai akomodasi, bisa masak sendiri dan do laundry. Di carrefour, ku kaget liat harga keju yang murah parah. Pengen borong tapi kusadar perjalanan masih panjang sebelum balik ke jakarta.

Day 02 – Venice

Pagi subuh kami berangkat ke stasiun kereta (selanjutnya kita sebut Metro ya) dekat colloseum, jalan kaki 7menit aja dari apartemen, lalu menuju Roma Termini. Tiket Metro ini bisa dibeli satuan dengan harga 1.5 Euro untuk satu kali jalan. Beli nya bukan di stasiun oke, tapi di toko yang ada tulisannya “TABACCHI”. Untuk turis yang mau praktis, bisa pake Roma Pass yang harga nya tergantung  jumlah hari masa berlakunya. Bisa dibeli langsung di airport FCO koq, lewat online juga bisa. Waktu itu aq ga beli karena setelah melalui perhitungan yang akurat (caelaah), kami rasa lebih ekonomis untuk beli tiket satuan.

 

Tiba di Roma Termini, kami langsung beli tiket kereta ke Venice. Cara beli tiketnya lewat Ticket Vending Machine, bayar bisa pake cash atau kredit card. Bahasa Inggris tersedia dan cukup mudah digunakan dengan instruksi yang cukup jelas.

Di sini kita mesti hati-hati ya, banyak orang mencoba membantu tapi sebenarnya nanti mereka akan minta imbalan dengan harga yang mereka tentukan. Waktu itu sih aq merasa terganggu dan takut, karena mereka terkesan memaksa. Perhatikan dompet. Jaga baik-baik, jangan simpan dompet di kantong celana belakang. Ada lho yang terang-terangan minta uang ke kami dengan muka seram dan napas bau alkohol.

 

Perjalanan ke Venice dengan kereta memakan waktu 3 jam 45 menit. Kami pilih turun di tujuan akhir yaitu Stasiun Venezia S. Lucia. Harga tiketnya jelas terpampang di tiket yaa.. Pulang pergi Roma termini – Venezia untuk 2 orang total  331.6 Euro. Sepanjang perjalanan aku tidur tipis-tipis mempersiapkan tenaga untuk sepanjang hari yang akan dihabiskan di Venice. Tiba di Stasiun kami langsung disambut suasana khas Venice yaitu kanal dan angin semriwiiing..

Tiba di Venezia, kami memutuskan untuk jalan melihat suasana di sekitar situ aja sambil menikmati suasana dan cari tempat makan siang. Jangan pernah berfikir untuk tidak makan gelato yaa.. Walaupun cuaca dingin, namun gelato disini terlalu enak untuk dilewatkan.

Kami lalu menemukan tempat makan yang sesuai dengan harapan kami berdua yang adalaaah Baby back ribs (dody) dan Caesar Salad (merry) di Old Wild West calle nuova. Rasanya, Harganya, Porsinya : Just Right! Kami tidak kecewa sedikit pun.

Perut sudah kenyang, kaki sudah siap melangkah lagi. Kami pun melanjutkan perjalanan dengan niat ingin menelusuri kanal. Sebelumnya aq pengen jelasin bahwa di Venice ini ada beberapa jenis transportasi air yaitu Gondola, Water Taxi, River Bus. Gondola itu maksimal untuk 2-3 orang dan dikayuh manual. Water taxi seperti layaknya taksi yang bisa kita request tujuannya. River bus adalah Transportasi publik yang tujuan dan tempat  pemberhentiannya sudah ditetapkan. Kami memutuskan untuk naik River bus karena naik gondola ga berani, angin lagi ekstrim semriwing-nya, Water taxi juga males karena tidak ekonomis menurut kami.

Setelah cek di Google maps andalan-qu, hop on terdekat adanya di depan stasiun kereta tempat kita turun tadi (Venezia S. Lucia). Beli tiket langsung di lokasi hop on. Ada berbagai macam jenis tiket, Ada yang bisa 24jam atau 12jam hop on hop off, ada yang beli tiket satuan per sekali naik dan jenis lain.

Kalau kalian adalah turis yang terbatas sumber daya uang-nya, cobalah untuk bijak sebelum membeli tiket transportasi. Apakah perlu beli tiket paket turis karena simply mau wandering atau lebih hemat beli satuan karena tujuannya sudah jelas. Selisihnya mungkin tidak banyak, tapi akan sering kalau kita ga jeli merencanakan perjalanan dan menghitung biayanya.

Karena waktu kami yang singkat, kami hanya beli tiket untuk 12jam, tujuan kami pun sebenarnya cuma satu tempat yaitu St, Mark (San Marco). Venice memang kota yang tidak terlalu besar ya.. tapi ternyata perjalanan dari Venezia S.Lucia ke San Marco aja hampir sejam lho. Jadi kami hanya punya waktu 1 jam di San Marco untuk sekedar kepo-in ada apa aja di tempat itu.

Menikmati keindahan Venice lewat perjalanan di atas kanal ini sudah cukup buat kami. Sebenarnya tidak semua bangunan nya indah dan tertata artistik, ada juga bangunan yang sudah tidak terawat lagi. Air Kanal nya bersih, namun ada juga beberapa sudut yang terlihat kotor namun tidak terlalu kentara. Aroma amis laut masih bisa kita nikmati karena tidak begitu memabukkan. Burung-burung yang terbang bebas bikin suasana jadi bertambah natural sekaligus romantis. Tapi hati-hati klo bawa makanan sambil jalan suka dicaplok burung, hahaha

Kami emang bukan tipe wisatawan yang tertarik pada history dan museum, kami lebih tertarik pada keindahan alam, jadi tidak butuh waktu lama buat kami di San Marco, kami langsung balik lagi ke Venezia S. Lucia untuk selanjutnya naik kereta kembali ke Roma.

Tips spesial dari kami adalah, jangan pernah tinggalkan HP dalam keadaan lowbat, selalu ingat bawa powerbank dan charger karena sesungguhnya kita akan sangat bergantung pada Google maps, google translate dan social media (haaaaa..). Ingat juga untuk tau musim apa agar tidak salah kostum. Sebenarnya aq selalu pake topi kupluk, tapi pas difoto pasti aq lepas (hehehe..). Pastikan kita terhidrasi dengan baik, serta jangan lupa bawa obat-obatan pribadi ya.. kami sih selalu sedia jamu instan ini..

 

Perjalanan pulang agak sedikit menyebalkan karena ternyata delay keretanya dan makin malam semakin astagaaa dinginnya.. Tapi hikmah di balik kedinginan ini adalah kami jadi romantis banget duduk dempet2an berdua haahaa.. kami sebenarnya udah deg-deg an takut metro di roma udah ga ada lagi. Delay sekitar 1 jam lebih, jadi kami tiba di Roma Termini jam stengah 12 malam. Untungnya Metro terakhir sampai jam 01.00 jadi kami masih sempat pulang ke colosseo naik metro.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *